Wednesday, 14 November 2012

Re: nikmatnya ibadah

dearest ibu Dian, ustadz MA, ustadz Rahmat, kang Eka Sugarba, neng Betty, jeng Nita S, nyi Sarah dan mentemen dan saudaraku yang dirahmati Allah,  terima kasih atas kebersamaan dalam menjalin silaturHim melalui milis 383 yang kita cintai ini untuk berbagi dan saling mewasiati amar makruf nahi munkar dan saling mengisi wasiat untuk saling menetapi dalam kesabaran dan  ketaatan...

mohon maaf atas tulisan saya tersebut di atas dalam thema nikmat ibadah yang telah membuat sebagian teman bingung ...makanya disarankan oleh ustadz Rahmat agar tidak bingung maka harus pegangan ...jadi sebelum kita berpikir dan bertindak wajib mengacu kepada dalil atau referensi yakni Alquran dan atau hadits Nabi ... btw semoga kita mentemen semua dapat menikmati ibadah yang kita lakukan dalam pengabdian dan penyembahan kepada Allah sesuai dengan syarat syah tumaninah dengan rukunnya sesuai tuntunan Nabi dengan ikhlas lillahi taala (hanya untuk Allah semata) sehingga menimbulkan efek kenikmatan kepada kita aamiin ya apa ya hehe... alhamdulillah semoga kita semua tercapai dan meraih manisnya (nikmatnya) ibadah... akan tetapi tujuan ibadah tersebut bukan untuk mendapatkan kenikmatan atau manisnya ibadah melainkan dalam rangka untuk mengabdi  mempersembahkan diri kepada Allah secara ikhlas mengharapkan keridlaanNya.

Dalam kasus kadang muncul kehadapan kita suatu kenikmatan dalam ibadah sehingga terasa nyaman betah dan menimbulkan ketagihan akan kondisi seperti ini , sehingga kita berusaha dan berupaya untuk senantiasa meraih kenikmatan ini yang konstan terus menerus pengen kita ...pada akhirnya kita lupa dalam maksud dan tujuan ibadah yaItu untuk mendekatkan diri secara sukarela tanpa ada tendensi dan iming iming lain selain ingin mendapatkan keridlaan Allah, dimana pada gilirannya tidak nyaman, tidak enak sehingga bete tidak betah akhirnya berhenti ditinggalkan tidaklagi ibadah...jemu dan bosan.

sebagai ilustrasi dalam ibadah saya sampaikan pengalaman orang kampung maKlum saya dari kampung dari seorang petani sawah dimana dia bekerja sesuai ketentuan perintah tuan sawahnya ...
aWalnya dia menerimanya sebagai profesi tukang cangkul sawah dan dia merasakanya nyaman dan betah...bagaimana tidak... pada saat bekerja dia mencangkul sawah terdapat belut, ikan yang menjadi penghasilan tambahan dan menjadi miliknya disamping dapat upah langsung tidak diesokan lagi ...juga kenyang diantar makananya cukup banyak dan memuaskan sehingga dia merasa nikmat dan betah... akan tetapi kebetahan ini dia lupa akan tuannya yang memerintahkan sehingga dia mengerjakan sendiri sesuka hatinya sampai sawah yang tidak mesti dicangkul malah dicangkul sekelilingnya yang pada akhirnya bukan upah dan kenyang yang didapatkan melainkan sangsi dan murka dari tuan sawah bahkan didenda atas pekerjaan yang tidak  diperintahkan...wallahu alam

referensi permasalaha  tersebut sbb:

Tahukah mentemen ...tidak sedikit orang yang menganggap dirinya bersih...
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun. (An-Nisa' - 4:49)
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (Al-A'la - 87:14)   dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. (Al-A'la - 87:15).
Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. (Al-Qasas - 28:67)
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al-Jumu'ah - 62:10)
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (Al-Mu'minun - 23:1)  (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, (Al-Mu'minun - 23:2)

Mengapa orang yang beriman...
Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. (Al-Qasas - 28:67)
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (Al-Qasas - 28:82)
Sesungguhnya manusia diciptakan Allah bersifat keluh kesah lagi kikir.  Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,  .....  dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,  kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, (Al-Ma'arij - 70:19-22)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-Baqarah - 2:277)
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An-Nisa' - 4:142 )
Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (Al-Ma'idah - 5:6)
...Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. (As-Saffat - 37:148)
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. (Al-Mutaffifin - 83:24)
Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. (Asy-Syura - 42:36)
Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (Al-Qasas - 28:60)
Mereka (yang disembah itu) menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selain engkau (untuk jadi) pelindung, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup, sampai mereka lupa mengingati (Engkau); dan mereka adalah kaum yang binasa". (Al-Furqan - 25:18)
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Taha - 20:14)
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Taha - 20:132)
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Ankabut - 29:45)
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya  Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Al-Bayyinah - 98:5)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (Al-Baqarah - 2:45)
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al-Baqarah - 2:46
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Taha - 20:14)
Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. (Al-Baqarah - 2:238)
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Ankabut - 29:45)
ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺻَﻼَﺗِﻰ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻰ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻯَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻰ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ٱﻟْﻌَٰﻠَﻤِﻴﻦَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Al-An'am - 6:162)




Pada Selasa, 13 November 2012, Abah<abah.misbah@gmail.com> menulis:
> saat kita merasakan nikmatnya shalat atau beribadah, maka pada saat
> itu pula kita keluar dari hakikat ibadah,  karna tujuan ibadah bukan
> kenikmatannya akan tetapi sejauhmana kita bisa bermujawahah
> kehadiratNya dalam kekhusuan  mengikhlaskan diri dalam niat dan
> perbuatan apakah tartibnya sesuai sarat rukun dan tumaninah
> menjalankanya serta tawadu dalam ketaatan dan ketakwaanya sehingga
> istiqamah dari awal sampai selesai ibadah
>

--
وَٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيم

No comments:

Post a Comment